Rabu, 07 Januari 2015

Perempuan: Antara Keluarga dan Karir

Bagi seorang perempuan, menyandang status "istri" berarti memikul tanggung jawab baru yang benar-benar berbeda. Status ini memberikan hidup baru, seperti memulai segalanya dari nol lagi. Bagi perempuan masa kini yang telah memiliki karir, menjadi "istri" berarti memiliki pekerjaan ganda dengan shift yang berbeda. Siang di tempat kerja, malam dirumah. Ataupun mungkin bisa sebaliknya.

Bagi perempuan yang lebih memilih untuk berkeluarga lebih dulu, menentukan akan memulai karir atau hanya menjadi ibu rumah tangga saja menjadi hal yang jauh lebih sulit untuk diputuskan. Berbagai macam pertimbangan yang berujung pada keragu-raguan dalam memutuskan.

Dilema seperti ini jugalah yang sedang saya hadapi. Jika melihat ijazah yang telah susah payah didapatkan, keinginan untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama kuliah 4 tahun lamanya, obsesi untuk mendapatkan kebanggaan menjadi wanita yang mandiri. Semua berkecamuk menjadi satu.

Namun, jika melihat suami dan ingat keinginan untuk bisa mendapatkan momongan, keinginan untuk berkarir seperti menguap. Bahkan jika tidak hilang sepenuhnya, keinginan itu seperti mengendap kembali. Hal ini telah lama menjadi penghambat untuk menerima setiap kesempatan yang datang dalam hidup saya.

Bukan suami yang menghambat, tapi saya sendiri. saya dan perdebatan batin saya yang tak dapat memutuskan. Saya yakin suami saya selalu mendukung keinginan karir saya, meskipun dengan catatan jam kerja saya tidak boleh melebihi suami. Dan saya sepakat dengan aturan tersebut, karena saya sangat ingin menjadi ibu. Ibu yang bisa sepenuhnya seorang ibu. Suatu saat nanti jika Allah mempercayakan saya untuk menjadi seorang ibu.

Disinilah uniknya perempuan, makhluk yang saya yakini diciptakan dengan berbagai bakat. Bakat menjadi wanita karir, bakat menjadi istri, dan bakat menjadi ibu. Dilema yang saya hadapi, saya yakin menjadi proses pendewasaan diri saya.

Dan bagi anda yang juga mengalami dilema seperti saya, keputusan apapun yang anda ambil, jangan lupakan bahwa anda adalah "perempuan".